Sabtu, 05 November 2011

Berani Mencoba.


Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang
dibuatnya. "Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak
31,104.000 kali selama setahun?" "Ha?," kata jam terperanjat, "Mana
sanggup saya?"
"Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?" "Delapan puluh ribu empat
ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?" jawab jam
penuh keraguan.
"Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?" "Dalam satu jam harus
berdetak 3,600 kali? Banyak sekali itu" tetap saja jam ragu-ragu dengan
kemampuan dirinya.
Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam.
"Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?" "Naaaa,
kalau begitu, aku sanggup!" kata jam dengan penuh antusias.
Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa
terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa
karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti.
Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali.

Renungan:
Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu
terasa berat. Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita
ternyata mampu. Bahkan yang semula kita anggap impossible untuk
dilakukan sekalipun.
Jangan berkata "tidak" sebelum Anda pernah mencobanya.

Tembok Yang Kokoh


Tembok Yang Kokoh.
Sebuah tembok, terdiri dari dua hal. batu bata dan semen. Tanpa
keduanya, tidak ada benda yang bernama tembok. Besar ataupun kecil.
Batu bata yang tidak disemen, tidak akan bisa menjadi tembok yang
kokoh, dan apalah artinya tembok tanpa kekokohan.
Hal yang sama juga terdapat dalam hidup kita Hidup kita terdiri atas waktu
dan alasan untuk hidup. Adalah sia-sia bila kita menyusun hidup kita jam
demi jam, hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun, tanpa
menyadari alasan kita hidup.Sama seperti tembok yang terbuat oleh batu
bata yang tidak disemen. Mudah goyah.
Kokohkah hidup kita bagai tembok yang disemen? Hanya alasan untuk
hidup kita yang membedakan antara hidup yang kokoh dan yang rontok
oleh goncangan. Kita memang tidak pernah bisa menghindari semua
goncangan, namun kita selalu bisa menyusun alasan untuk hidup yang
kokoh.
Temukan alasan hidup anda hari ini, agar hidup anda bagai tembok yang
kokoh, sama seperti anda meletakkan semen di antara batu-batu bata.

(submitted by Raymond Erwin, )
Kata Bijak
Jangan pernah berpisah tanpa ungkapan kasih sayang
untuk dikenang. Mungkin saja perpisahan itu
ternyata untuk selamanya.
(Jean Paul Richter)